Lulusan SMK punya peluang besar untuk kerja ke Jepang — baik lewat program SSW, pemagangan, maupun rekrutmen langsung. Tapi di antara banyak dokumen yang harus disiapkan, ada satu yang sering bikin bingung: apostille ijazah SMK.
Harus apostille atau legalisasi? Perlu diterjemahkan dulu atau tidak? Ke mana harus mengurusnya? Artikel ini jawab semua itu.
Ijazah adalah bukti formal pendidikan terakhir kamu. Perusahaan Jepang, agen perekrutan, dan instansi imigrasi Jepang perlu memverifikasi bahwa ijazah yang kamu lampirkan adalah dokumen asli dan sah dari institusi pendidikan yang diakui.
Jepang adalah anggota Konvensi Apostille Den Haag. Artinya apostille dari Kemenkumham Indonesia langsung diakui di Jepang tanpa perlu legalisasi tambahan ke Kemenlu atau Kedutaan Besar Jepang. Ini menyederhanakan proses secara signifikan sejak Indonesia bergabung dengan konvensi ini pada Oktober 2021.
Seperti yang disampaikan oleh Kanwil Kemenkumham DIY: bagi yang ingin bekerja ke luar negeri, apostille pada dokumen pendidikan sangat penting agar dokumen kamu diterima secara resmi di negara tujuan.
SSW adalah program kerja resmi pemerintah Jepang untuk tenaga terampil di 16 sektor industri termasuk konstruksi, manufaktur, pertanian, perikanan, dan perhotelan. Ijazah SMK yang relevan dengan bidang kerja menjadi dokumen wajib — dan apostille diperlukan untuk verifikasi di Jepang.
Untuk magang ke Jepang melalui lembaga resmi seperti IM Japan atau LPK yang terdaftar di BP2MI, ijazah terakhir adalah bagian dari berkas seleksi administratif. Beberapa pengirim resmi mensyaratkan apostille pada ijazah sebelum dokumen diserahkan ke pihak Jepang.
Perusahaan Jepang yang merekrut langsung tanpa melalui program pemerintah biasanya meminta apostille ijazah sebagai bagian dari verifikasi dokumen sebelum kontrak kerja ditandatangani.
Untuk pengajuan visa kerja ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, ijazah yang sudah di-apostille memperkuat kelengkapan berkas dan mempercepat proses verifikasi.
Secara umum, lulusan SMK yang memenuhi syarat bisa mendaftar program kerja ke Jepang, dengan ketentuan:
Jurusan SMK yang relevan dengan sektor yang dibuka di Jepang (seperti teknik mesin, elektronik, pertanian, perikanan, atau perhotelan) umumnya memiliki peluang lebih besar, tapi bukan berarti jurusan lain tidak bisa mendaftar.
Penting: Pastikan nama di ijazah identik dengan nama di KTP dan paspor. Perbedaan nama — meski hanya satu huruf — bisa menyebabkan masalah di proses visa atau verifikasi Jepang. Jika ada perbedaan, urus koreksi dokumen terlebih dahulu.
Via jasa: estimasi 2–4 hari kerja setelah dokumen diterima. Cocok untuk yang mepet deadline atau tidak sempat urus sendiri.
Tergantung permintaan pihak Jepang yang menerima dokumen kamu:
Kalau butuh terjemahan tersumpah sekaligus apostille, keduanya bisa diurus dalam satu proses untuk efisiensi waktu.
| Tahap | Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Legalisir ijazah dari sekolah/dinas | 1–7 hari | Tergantung antrian sekolah |
| Terjemahan tersumpah (jika diperlukan) | 2–4 hari kerja | Paralel dengan apostille |
| Apostille (mandiri) | 3–7 hari kerja | Melalui apostille.ahu.go.id |
| Apostille (via jasa) | 2–4 hari kerja | Termasuk pengiriman |
| Total estimasi | 1–3 minggu | Tergantung jalur yang dipilih |
Biaya PNBP apostille: Rp150.000 per dokumen. Biaya SKCK Mabes Polri: Rp30.000. Biaya legalisasi dan jasa bervariasi — konsultasi langsung untuk estimasi total paket.
Selain apostille ijazah, umumnya kamu juga perlu menyiapkan:
Banyak dari dokumen ini bisa diurus secara paralel. Yang paling menguras waktu biasanya adalah SKCK Mabes Polri dan apostille — jadi urus keduanya di awal proses.
Jepang adalah anggota Konvensi Apostille, sehingga apostille dari Kemenkumham sudah diakui langsung di Jepang tanpa perlu legalisasi tambahan. Apostille lebih direkomendasikan karena prosesnya lebih singkat dan diakui secara internasional. Cek juga apakah program atau agen yang kamu gunakan mensyaratkan apostille atau legalisasi penuh.
Jika mengurus mandiri via apostille.ahu.go.id, verifikasi memakan waktu 3–5 hari kerja setelah dokumen diupload. Jika menggunakan jasa, bisa selesai 2–4 hari kerja setelah dokumen fisik diterima. Pastikan ijazah sudah dilegalisir sekolah atau dinas terlebih dahulu sebelum diajukan apostille.
Bisa. Sejak 2023, layanan cetak sertifikat apostille tersedia di Kanwil Kemenkumham di seluruh provinsi. Pendaftaran dilakukan online. Atau gunakan jasa yang menerima pengiriman dokumen dari seluruh Indonesia — dokumen dikirim ke Jakarta, diproses, lalu dikirim kembali ke alamat kamu.
Tidak selalu, tapi banyak yang mensyaratkannya. Kedutaan Besar Jepang biasanya menerima dokumen Indonesia dengan terjemahan bahasa Jepang atau Inggris. Perusahaan penerima atau agen perekrutan Jepang mungkin punya persyaratan berbeda. Tanyakan langsung ke pihak yang memproses visa atau rekrutmen kamu.
Ya, keduanya bisa diurus secara paralel karena merupakan proses yang terpisah (SKCK di Mabes Polri, apostille di Kemenkumham). Jika menggunakan jasa yang menyediakan kedua layanan, ini bisa diurus sekaligus dalam satu paket — lebih efisien dan hemat waktu.
Seorang klien dari Surabaya mengurus dokumen SKCK dan ijazah untuk visa kerja ke Romania. Semua proses diselesaikan dalam waktu 3 hari tanpa harus datang ke Jakarta. Sertifikat Apostille langsung dikirimkan ke email dan hard copy dikirim via kurir.
Kami juga sering membantu tenaga kerja migran dan agensi P3MI yang butuh pengurusan masal (bulk) dokumen Apostille.


Lihat testimoni lebih banyak di sini
Apostille ijazah SMK adalah salah satu kunci agar proses kerja ke Jepang kamu berjalan lancar. Kalau butuh sekalian SKCK Mabes Polri dan terjemahan tersumpah, tim Syafira Service siap bantu dalam satu paket tanpa perlu koordinasi ke banyak tempat.
📲 Konsultasi Gratis via WhatsApp — 0812-1441-1150
🔗 Lihat Layanan Apostille →
📍 Melayani seluruh Indonesia — proses dari rumah, dokumen sampai ke tangan kamu.
Dokumen Beres Tanpa Stress — Syafira Service
📸 Instagram: @syafiraservice
📘 Facebook: Syafira Service
📞 Call now: 0812-1441-1150