Kamu sudah dapat beasiswa S3 ke Belanda, Jerman, Prancis, atau negara Eropa lainnya. Atau sedang proses apply beasiswa untuk program S2. Lalu di checklist dokumen, ada satu baris yang bikin pusing: “Apostilled copy of your degree certificate.”
Apostille ijazah. Banyak pelamar beasiswa yang baru tahu ini di menit-menit terakhir — dan proses yang seharusnya simpel jadi mepet deadline karena tidak tahu dari mana harus mulai.
Artikel ini panduan lengkapnya. Dari kenapa apostille diperlukan, cara mengurusnya, sampai timing yang tepat agar tidak keteteran.
Universitas dan lembaga pemberi beasiswa di Eropa tidak bisa memverifikasi keaslian ijazah dari universitas Indonesia secara langsung. Apostille adalah solusi standar internasional yang membuktikan bahwa ijazah kamu adalah dokumen resmi yang sah — diakui oleh lebih dari 120 negara anggota Konvensi Apostille Den Haag, termasuk hampir seluruh negara Eropa.
Indonesia bergabung dengan Konvensi Apostille sejak Oktober 2021. Sejak itu, apostille dari Indonesia diakui langsung di negara-negara anggota tanpa perlu legalisasi tambahan ke Kemenlu atau Kedutaan.
Seperti yang juga dijelaskan oleh Indonesia.go.id, apostille menyederhanakan proses legalitas dokumen publik untuk keperluan lintas negara — termasuk ijazah untuk keperluan akademik di luar negeri.
Tergantung beasiswa dan program yang kamu tuju:
Selalu cek checklist dokumen beasiswa spesifik yang kamu tuju. Tidak semua beasiswa Eropa mensyaratkan apostille — tapi semakin banyak yang mensyaratkannya, terutama program pemerintah seperti Erasmus Mundus, DAAD (Jerman), atau Nuffic (Belanda).
Sebelum ijazah S2 bisa di-apostille oleh Kemenkumham, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi:
Satu hal penting: apostille melekat pada dokumen yang kamu ajukan. Jika kampus mengeluarkan ijazah asli hanya 1 lembar, kamu perlu meminta salinan resmi dari kampus terlebih dahulu sebelum mengajukan apostille — karena ijazah asli yang di-apostille tidak bisa dikembalikan dalam kondisi semula.
Ini pertanyaan yang sering membingungkan. Jawaban singkatnya: apostille bisa dilakukan pada dokumen berbahasa Indonesia — tidak perlu terjemahan dulu untuk proses apostille-nya.
Tapi pihak penerima (universitas atau lembaga beasiswa di Eropa) mungkin mensyaratkan dua hal sekaligus:
Artinya, kamu mungkin perlu apostille dua dokumen: ijazah asli, dan terjemahan tersumpahnya. Biaya apostille per dokumen adalah Rp150.000 sesuai tarif PNBP yang berlaku di portal apostille Kemenkumham (apostille.ahu.go.id).
Kalau kamu sibuk atau deadline sudah dekat, pakai jasa apostille jauh lebih praktis. Cukup kirim dokumen fisik via kurir, dan sertifikat apostille dikirim kembali setelah selesai. Estimasi waktu via jasa: 2–4 hari kerja setelah dokumen diterima.
| Tahap | Estimasi Waktu |
|---|---|
| Minta salinan legalisir dari kampus | 3–14 hari (tergantung kampus) |
| Terjemahan tersumpah (jika diperlukan) | 2–5 hari kerja |
| Proses apostille (mandiri) | 3–7 hari kerja |
| Proses apostille (via jasa) | 2–4 hari kerja |
| Total estimasi | 2–4 minggu jika diurus segera |
Saran: mulai proses apostille minimal 6 minggu sebelum deadline aplikasi beasiswa. Kampus besar kadang butuh waktu lama untuk keluarkan salinan legalisir resmi.
Universitas Belanda umumnya menerima apostille langsung tanpa terjemahan ke bahasa Belanda — bahasa Inggris sudah cukup. Cek persyaratan spesifik di situs universitas tujuan.
Jerman sering mensyaratkan terjemahan ke bahasa Jerman yang dilakukan oleh penerjemah tersumpah bersertifikat. Terjemahan ini juga perlu di-apostille secara terpisah dari ijazah aslinya.
Beberapa institusi minta terjemahan ke bahasa Prancis atau konfirmasi langsung dari kampus asal. Cek dengan universitas tujuan apakah apostille saja sudah cukup atau perlu langkah tambahan.
Inggris adalah anggota Konvensi Apostille. Apostille dari Kemenkumham diakui langsung. Terjemahan ke bahasa Inggris perlu dilampirkan tapi tidak selalu perlu di-apostille secara terpisah.
Tidak harus. Sejak 2023, pencetakan sertifikat apostille tersedia di Kantor Wilayah Kemenkumham di seluruh provinsi Indonesia. Pendaftaran dilakukan online via apostille.ahu.go.id, dan cetak bisa di Kanwil terdekat. Atau gunakan jasa apostille yang akan handle semuanya dan kirim dokumen ke alamat kamu.
Biaya PNBP resmi adalah Rp150.000 per dokumen. Jika perlu apostille ijazah dan terjemahan tersumpahnya secara terpisah, biaya PNBP Rp300.000 total. Jika menggunakan jasa, ada tambahan biaya layanan dan pengiriman — hubungi jasa terpercaya untuk estimasi total.
Sertifikat apostille tidak memiliki batas kadaluarsa secara teknis. Namun, pihak penerima (universitas atau lembaga beasiswa) mungkin mensyaratkan apostille yang diterbitkan dalam rentang waktu tertentu, misalnya tidak lebih dari 6 atau 12 bulan. Selalu cek persyaratan spesifik lembaga tujuan.
Ini situasi yang perlu penanganan khusus. Kemenkumham perlu memverifikasi tanda tangan pejabat kampus — jika kampus sudah berganti nama atau struktur, mungkin perlu surat keterangan dari kampus yang menjelaskan kesinambungan institusi. Konsultasikan ke tim kami untuk solusi yang tepat.
Tergantung program. Banyak beasiswa Eropa meminta apostille untuk ijazah saja, sementara transkrip nilai cukup dengan legalisir dari kampus atau terjemahan tersumpah. Cek checklist dokumen beasiswa spesifik yang kamu tuju sebelum memulai proses.
Seorang klien dari Surabaya mengurus dokumen SKCK dan ijazah untuk visa kerja ke Romania. Semua proses diselesaikan dalam waktu 3 hari tanpa harus datang ke Jakarta. Sertifikat Apostille langsung dikirimkan ke email dan hard copy dikirim via kurir.
Kami juga sering membantu tenaga kerja migran dan agensi P3MI yang butuh pengurusan masal (bulk) dokumen Apostille.


Lihat testimoni lebih banyak di sini
Deadline beasiswa tidak menunggu. Ijazah S2 kamu butuh apostille sebelum bisa dilampirkan ke aplikasi — dan prosesnya bisa selesai dalam 2–4 hari kerja tanpa kamu harus ke Jakarta.
📲 Konsultasi Gratis via WhatsApp — 0812-1441-1150
🔗 Lihat Layanan Apostille →
📍 Melayani seluruh Indonesia — proses dari rumah, dokumen sampai ke tangan kamu.
Dokumen Beres Tanpa Stress — Syafira Service
📸 Instagram: @syafiraservice
📘 Facebook: Syafira Service
📞 Call now: 0812-1441-1150